HELLOWEEN, the king of power metal

8:09:00 PM
Tak bisa dipungkiri bahwa ANDI DERIS lah sebenarnya yang menyelamatkan HELLOWEEN dari keterpurukan serta membawa band ini ke tingkat sekarang ini. Vokalis kelahiran Karlsruhe,Jerman 51 tahun silam ini berhasil mengembalikan Helloween ke jalur mujsik yang benar tanpa kompromi dengan genre musik lain seiring perkembangan jaman. Andi selain sebagai vokalis juga berperan sebagai penulis lagu yang berkontribusi terhadap penguatan karakter musik Helloween sehingga band ini pantas dinobatkan sebagai pionir heavy power metal atau melodic speed metal (terserah anda bisa mendiskripsikan sendiri). 



"Kami tidak pernah membuat album gagal," terang Andi Deris dalam suatu wawancara dengan majalah Metal Hammer. "Album-album kami selalu bagus dari segi penjualan. Dan ketika kami melakukan sesuatu yang lebih baik maka kami harus mempelajarinya. Setiap kali kami membuat beberapa album kami tidak mau membuat sesuatu yang sama pada album-album tersebut seperti yang dilakukan kebanyakan band yang mengalami kesuksesan. Bagiku itu sama saja dengan praktek prostitusi. Saya tidak ingin bermusik sambil menghitung-hitung kesuksesan." tambahnya. 



Helloween sendiri terbentuk pada tahun 1984 di Hamburg, Jerman oleh sekumpulan anak muda yang enerjik yaitu KAI HANSEN pada vokal dan gitar, MICHAEL WEIKATH pada gitar, MARKUS GROSSKOPF pada bass dan INGO SCHWISCHTENBERG pada drum. Mereka semua mengaku tergila-gila dengan Iron Maiden sehingga mempengaruhi proses kreatif mereka dalam menciptakan lagu. Setahun kemudian mereka merilis album penuh Walls Of Jericho. Bisa dikatakan semua materi dalam album inilah peletak dasar genre power metal sebagai sub genre dari heavy metal. Menurut Samuel Dunn (film maker of Metal Evolution) band yang dijadikan basic pengembangan heavy metal menjadi power metal adalah Judas Priest. Coba perhatikan lagu-lagu seperti Screaming For Vengeance dan Freewheel Burning, sudah berkembang dari akar heavy metal itu sendiri. Sedangkan genre power metal bercirikan lirik-lirik yang bertemakan fiksi/epic yang dibawakan oleh vokalis bersuara tinggi berbalut distorsi dua gitaris atau kadang dengan keyboard serta bertempo cepat mengandalkan gemuruh dobel bass pada drum.



Album perdana ini membawa kesuksesan pada mereka dan kemudian dilanjutkan dengan tur untuk mempromosikan album tersebut. Saat tur ternyata Kai Hansen mengalami kesulitan bernyanyi sambil menyandang gitar sehingga diambil kesepakatan untuk menambah vokalis sebagai pengganti Kai. Maka dipilihlah seorang vokalis dari band lokal III Prophecy bernama MICHAEL KISKE yang jangkauan vokalnya tidak kalah dari Kai Hansen. Bersama vokalis baru yang saat itu baru berumur 18 tahun mereka langsung merilis album Keeper of The Seven Keys Part 1 tahun 1987 di bawah label RCA. Album kedua ini semakin melambungkan nama mereka di dunia permetalan. Lagu Future World sampai sekarang telah menjadi anthem yang mendunia. Setahun berikutnya kembali dirilis album ketiga Keeper of The Seven Keys Part 2 yang disusul dengan tur dunia termasuk ekspansi ke Amerika Serikat. Mereka bahkan menjajal panggung bersama Exodus dan Antrhax.



Ditunjang dengan lagu-lagu berkarakter power metal yang kuat seperti I Want Out, Dr.Stein, Eagle Fly Free serta Keeper of The Seven Keys semakin melambungkan Helloween ke pentas musik internasional. Tetapi di sisi lain kesuksesan tersebut justru membawa perpecahan di tubuh Helloween. Kai Hansen sudah merasa tidak cocok dengan kawan-kawannya serta ketidak harmonisan dengan pihak manajemen. Keputusan untuk cabut dari band yang membesarkannya diambil dan tak lama membentuk band GAMMA RAY. Sepeninggal Kai Hansen mereka melirik gitaris band Rampage yaitu ROLAND GRAPOW untuk diajak bergabung. Setelah menyelesaikan tur band-nya akhirnya Roland bersedia bergabung. Tak lama mereka merilis album live pertama yaitu Live In The UK untuk pasaran Jepang, sedangkan untuk pasaran Amerika judulnya I Want Out.

Selanjutnya hari-hari Helloween diwarnai konflik antara band dan label Noise Record yang berujung perpisahan. EMI menangkap peluang tersebut dan berhasil teken kontrak untuk album berikutnya. Tahun 1991 dirilislah Pink Bubble Go Ape yang menuai banyak kritikan baik itu dari fans maupun kritikus musik. Di album ini nyawa dari power metal seakan sudah hilang. Tema epic berganti menjadi humor dan secara musikal tidak lebih dari pop yang berbalut heavy metal. Secara komersial album ini terjun bebas alias gagal total. Saya sendiri heran, seolah mereka tidak kapok justru 2 tahun berikutnya merilis album Chameleon dengan materi 11-12 dengan album sebelumnya. Dan lagi-lagi jeblok di pasaran. Saat ini bagi kolektor rilisan fisik kedua album tersebut kalaupun dibeli hanya sebagai pelengkap saja. Kegagalan dua album ini memberikan efek negatif pada kekompakan member Helloween. Terjadi dualisme misi dan visi musikal di tubuh Helloween yang berakibat terpecah menjadi dua kubu. Michael Kiske dan Ingo membentuk kubu tersendiri, sedangkan Michael Weikath dan Roland Grapow merapat di kubu yang berbeda tetapi Markus masih tetap netral.


Keadaan semakin diperparah dengan ketergantungan Ingo Schwischtenberg pada narkoba yang berujung dipecatnya dia dari band. Suasana internal band makin tidak kondusif dan akhirnya Michael Weikath mengambil keputusan untuk memecat Michael Kiske. Saat itu publik meramalkan bahwa Helloween sudah tamat karirnya karena memecat vokalis sekelas Kiske. Sementara itu Helloween mengambil drummer sementara bernama RITCHIE ABDEL NABI yang ternyata skill-nya di bawah Ingo dan segera dipecat juga. Di saat kegalauan melanda, Michael Weikath teringat akan seorang vokalis dari band PINK CREAM 69 yang dikenalnya saat sesi rekaman di sebuah studio di Hamburg. Weikath saat itu sudah jatuh hati dengan karakter vokal vokalis tersebut meskipun jangkauannya tidak setinggi Kiske. Fakta menariknya adalah sebenarnya di tahun 1991 itu vokalis yang bernama ANDI DERIS itu sudah ditawari untuk bergabung dengan Helloween oleh Weikath. Andi Deris menolak ajakan tersebut karena dia sendiri sedang ingin menyelesaikan konflik internal di Pink Cream 69. Dan setelah Kiske benar-benar dipecat serta konflik di band-nya makin memburuk akhirnya Andi baru bersedia gabung ke Helloween di tahun 1994.



Sinar terang mulai menerpa Helloween dengan bergabungnya Andi Deris plus masuknya drummer ULI KUSCH (ex-Gamma Ray). Andi dan Uli ini bukan hanya sekedar vokalis dan drummer bagi Helloween, tapi mereka berdua juga mempunyai kemampuan menciptakan lagu. Babak baru Helloween dimulai dengan dirilisnya album ke-enam Master Of The Rings tahun 1994 yang merupakan kembalinya ke tradisi musik power metal yang enerjik dan cepat. Karakter unik vokal Andi membawa band ini kembali kepada kejayaan. Belum lama menikmati kesuksesan album tersebut mereka dikejutkan dengan berita tewasnya Ingo Schwischtenberg secara tragis yaitu bunuh diri dengan jalan melompat menabrakkan diri depan kereta api yang lewat. Tahun 1995 dirilislah album yang didedikasikan untuk mengenang Ingo yaitu The Time Of The Oath. Berturut-turut kemudian dirilis album-album sukses lainnya yaitu High Live, Better Than Raw dan sebuah album cover Metal Jukebox.


Di tahun 2000 Helloween sedikit bereksperimen dengan musik yang lebih gothic di album The Dark Ride. Tapi justru di era ini konflik kembali terjadi seperti kebanyakan band yang ada di dunia ini. Semakin sukses sebuah band justru cenderung menciptakan ego-ego baru diantara anggota. Karena dianggap dedikasi terhadap band sudah luntur maka Weikath, Andi dan Markus sepakat untuk memecat Roland dan Uli Kusch. Atas rekomendasi dari pihak produser mereka merekrut SASCHA GERSTNER (ex- Freedom Call) dan MARK CROSS (ex-Metalium, Kingdom Come, At Vance, Firewind). Segera saja mereka merilis album Rabbit Don't Come Easy di tahun 2003. Formasi inilah pertama kali saya menyaksikan konser mereka di Stadion Mandala Krida Yogyakarta atas prakarsa promotor Log Zhelebour. Performa sungguh luar biasa mereka tampilkan saat itu. Andi tampil sempurna dengan vokal prima, Sascha dengan rambut pendek nampaknya masih agak kaku untuk menyesuaikan diri dengan aksi rekan-rekannya. Markus sangat trengginas memainkan bass-nya dengan gaya yang mengadopsi gaya Steve Harris idolanya. Weikath seperti biasa saya saksikan di video-video konsernya tampil agak kalem dengan sekali-sekali mengayun-ayunkan gitarnya mirip aksi Rhoma Irama. Mark tampil dengan rambut mohawk seraya memamerkan pukulan-pukulannya yang powerful. Selain Yogyakarta mereka juga main di Surabaya.



Di tengah-tengah tur dunianya, drummer Mark mengalami gangguan kesehatan serius sehingga harus mengundurkan diri dari band. Dalam rangka menyelesaikan tur di Amerika Helloween sempat dibantu MIKKEY DEE (Motorhead) dan STEFAN SCHWARZMANN (Accept, Running Wild) di sektor drum.Tapi ternyata performa drummer terakhir inipun kurang memuaskan Helloween. Yang dibutuhkan adalah drummer yang powerful dan ngebut bagaikan formula one...hehe.... Akhirnya mereka tertarik dengan skill DANIEL LOBLE (ex Rawhead Rexx) dan secara resmi menjadi bagian dari Helloween. Setelah puas bereksperimen di album sebelumnya akhirnya Helloween kembali ke root-nya dengan merilis dobel album Keeper Of The Seven Keys-The Legacy tahun 2005. Di album ini mereka kembali menonjolkan sisi progresif dengan lagu-lagu yang berdurasi panjang. Album Gambling With The Devil dirilis dua tahun kemudian.



Kreatifitas Helloween seakan tak terbendung dengan album Unarmed (2009) yang berkonsep akustik serta ful orkestra. Mereka menampilkan lagu-lagu hits lama yang diaransemen ulang. Tahun 2011 Helloween merilis album ketigabelas yaitu 7 Sinners yang dilanjutkan dengan tur dunia, salah satunya di Indonesia. Inilah kali kedua saya menyaksikan aksi panggung band legendaris ini. Andi Deris terlihat agak gemukan tapi kualitas vokalnya tidak berubah sama seperti saat saya menyaksikan 8 tahun lalu di Jogja. Malam itu mereka benar-benar mempertontonkan sajian komplit dari arti sebuah pertunjukan metal. Aksi mereka bagaikan tontonan koreografi berkualitas tinggi serta tidak meninggalkan ciri khas mereka yaitu humor.

Dengan dua album terakhir yaitu Straight Out of Hell (2013) dan God Given Right (2015) semakin memperkokoh posisi mereka sebagai THE KING OF POWER METAL. Kiprah mereka dari awal karir telah memberikan inspirasi bagi band-band power metal lainnya terutama dari Eropa. Helloween telah memberikan batasan-batasan dari genre power metal itu sendiri. HAPPY...HAPPY.. HELLOWEEN....HELLOWEEN........

Tak lupa penulis mengucapkan...... HAPPY EID MUBARAK 1436 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.........

NOTE....semua foto adalah hasil karya ADI SULISTYANTO
Previous
Next Post »

2 comments