HEAVY METAL YANG KOMPROMISTIS

10:09:00 PM
HEAVY METAL adalah genre tertua dari berbagai macam genre-genre metal lainnya. Band-band dari tanah Inggris lah yang pertama kali meramaikan bursa musik heavy metal ini. BLACK SABBATH dikenal sebagai pelopor aliran ini dengan distorsi gitar yang begitu kental saat itu meski LED ZEPPELIN dan DEEP PURPLE lebih duluan unjuk gigi. Amerika sendiri sebagai tanah kelahiran musik blues saat itu masih larut dalam kejayaan rock and roll. Akhirnya negara paman Sam pun ikutan tenggelam dalam gelombang heavy metal setelah di tahun 80 an terinvasi band-band heavy metal dari Inggris yang saat itu populer dengan istilah NEW WAVE BRITISH HEAVY METAL INVASION. JUDAS PRIEST, IRON MAIDEN, DEF LEPPARD adalah sebagian band yang berjasa meng-invasi Amerika dengan heavy metal. Menyusul kemudian band-band tuan rumah juga tidak mau kalah antara lain MOTLEY CRUE, QUIET RIOT, RATT dan lainnya.


                                                                          Iron Maiden live in GWK Bali 2011 ( Adi doc )

Di atas adalah sekelumit sejarah heavy metal, tapi saat ini saya sedang tidak ingin membahas soal sejarah akan tetapi kondisi pelaku heavy metal di tanah air tercinta ini. Seperti kita pahami bersama bahwa perkembangan musik heavy metal di tanah air tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di dunia. Kejayaan heavy metal di tahun 90 an terlindas oleh Seattle Sound alias Grunge, seterusnya di tahun 2000 an muncul genre Nu Metal. Saat itulah banyak band-band heavy metal di seluruh dunia yang kolap, tersungkur dan mati suri.Perkembangan musik metal terjadi begitu pesat yang ditandai munculnya sub-sub genre antara lain thrash metal, power metal, death metal, black metal, metal core, hard core dan lain-lain. Sebagai catatan dua genre yang saya sebutkan duluan tumbuhnya sebelum grunge merajai industri musik dunia.
Prediksi saya untuk 5 tahun ke depan pangsa pasar musik metal masih dikuasai genre-genre yang saya sebutkan terakhir di atas. Gelaran-gelaran yang bertajuk extremefest, deathfest, brutalfest dan lain-lain masih akan terus menghiasi panggung tanah air. Apalagi belakangan ini indie-indie label mengalami kemajuan yang pesat. Lantas bagaimana dengan band-band heavy metal menghadapi situasi ini agar bisa terus bertahan dan berkarya supaya tetap bisa eksis?





EDANE live in Tenggarong (2012)
(Adi doc)







Saya umpamakan dengan kesenian tradisional seperti wayang orang, wayang kulit, ludruk dan lainnya, supaya tetap bisa didengar dan dilihat generasi sekarang maka mereka harus mengkolaborasikan dengan kesenian modern sehingga kemasannya tidak kuno. Begitu juga dengan band-band heavy metal, harus mau berkompromi dengan trend musik yang ada sekarang. Salah satu contohnya adalah band legenda heavy metal Indonesia ROXX. Mulai album Bergema Lagi sudah disisipi unsur nu metal. Lain lagi dengan EDANE, sejak album ketiga dan seterusnya sangat berkompromi dengan pasar tanpa menghilangkan benang merah heavy metal. Hal serupa juga dilakukan oleh POWER METAL yang memasukkan unsur nu metal di album terakhir.







ROXX live in JRL 2012
           ( Adi doc )






Terkadang keputusan untuk kompromi dengan pasar ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan para penggemar sendiri. Ada yang kecewa dan ada pula yang mendukung. Tapi menurut saya, sebagai penggemar seyogyanya kita tetap mendukung apapun yang dilakukan band kesayangan kita dalam upayanya untuk terus eksis di dunia permusikan Indonesia, salah satunya ya dengan beli album fisiknya. Bukan fans sejati kalau sukanya download MP3 gratisan atau beli bajakan di lapak-lapak.

                                             POWER METAL live in JRL 2012 (Adi doc)

Saat ini saya pun sedang menjadi pelaku heavy metal tersebut bersama band saya di Kalimantan Barat. Terasa sekali beratnya perjuangan untuk memperkenalkan root-nya musik metal ini di kalangan anak-anak muda sekarang. Resikonya punya band heavy metal yang pasti jarang sekali diundang di event-event bernuansakan metal masa kini...hehe....

HEAVY METAL.....WHAT DO YOU WANT......


Previous
Next Post »
0 Komentar