dan (ternyata) GOD BLESS masih perkasa

11:53:00 PM
waktu masih SD, saya lebih kenal Achmad Albar daripada God Bless karena pernah lihat sosoknya di lagu Zakia yang saat itu diputar di TVRI. Saat itu band yang mendominasi tampil di TVRI adalah Koes Plus. Hingga suatu saat TVRI menampilkan God Bless dengan lagu "Kehidupan" di acara Aneka Ria Safari dalam benak saya berkata "oh inilah band-nya Achmad Albar....keren banget". Bisa dikatakan saya nge-fans God Bless sejak dirilisnya album Semut Hitam.
Selanjutnya masih di tahun 1988, saya dapat kabar dari sobat saya bahwa God Bless akan manggung di Solo dalam rangka promo tur album Semut Hitam. Tanpa pikir panjang saya harus nonton meski harus ngemis-ngemis ke ortu...hehe. Akhirnya malam itu saya berangkat menuju Auditorium Universitas Sebelas Maret untuk melampiaskan rasa ingin tahu saya tentang band ini. Tidak lupa saya bawa walkman berisi kaset kosong dengan maksud merekam konser tersebut. Beruntung saya dapat posisi paling depan sisi kanan di bawah Ian Antono. Yang masih saya ingat dari konser tersebut adalah betapa atraktifnya mereka dan benar-benar berkelas. Achmad Albar tampil agresif dan komunikatif meskipun kadang pada nada-nada tinggi agak fals. Ian Antono lebih kalem dengan gitar Kramer putihnya walau kadang berlari ke kanan ke kiri. Donny Fattah denga gayanya yang khas mengayunkan bass-nya enak diliat. JSOP menambah megah musik God Bless serta menyempatkan bermain solo. Tak kalah Teddy Sujaya dengan powernya yang mantap dan unjuk gigi pula bermain solo. Masih teringat jelas ketika Achmad Albar mengganti lirik lagu Rumah Kita " lebih baik di Solo...rumah kita sendiri...". Ada kejadian lucu tapi bikin menyesal, yaitu ketika sampai rumah hasil rekaman walkman saya putar kembali, hasilnya banyak "kresek-kresek" meski suara musiknya jelas. Langsung saya buang kaset rekaman itu, tanpa berpikir bahwa sekarang bisa jadi rekaman bootleg yang sangat berharga...hehe....






Potongan tiket konser GB tahun 1988 dan 2014 yang masih saya simpan (Adi doc)








Itulah konser God Bless pertama kali yang saya tonton, dan sejak itu saya selalu mengikuti perkembangannya serta mengkoleksi album-albumnya. Kesempatan kedua untuk menonton konser God Bless sebenarnya datang saat Javarockinlad 2012. Tetapi karena terlalu capek perjalanan dari rumah saya di Kalbar ke Jakarta, akhirnya saya terkapar di Pasir Putih Ancol dengan dehidrasi berat. Aksi God Bless sore itu saya lewatkan begitu saja dalam keadaan sakit, ironisnya ternyata Achmad Albar dan Ian Antono stay di hotel yang sama dengan saya, disitu kadang saya merasa ancuurrr.....

                              To Commemorate God Bless at Bandung 30 Agustus 2014 (Adi doc)

Tahun 2013 terdengar santer bahwa God Bless akan mengadakan show besar-besaran dalam memperingati ulang tahun ke 40. Waktu itu beritanya akan melibatkan semua personil yang pernah ada. Pikir saya " HARUS NONTON!!!". Kecewa karena akhirnya gagal akibat kendala personil. Setahun berikutnya kabar gembira muncul, God Bless akan konser kembali dengan konsep yang dahsyat di Bandung. Wahh....jelas tidak boleh ketinggalan yang ini.

                                              God Bless feat. Eet Sjahranie (Adi doc)

30 Agustus 2014 start dari Jakarta bersama rombongan God Bless Community meluncur menuju Hotel Harris Bandung. Saat yang ditunggu-tunggu tiba. Setelah dibuka band heavy metal legendaris Edane, God Bless tampil habis-habisan. Didukung tata suara mumpuni serta tata cahaya yang sensasional dan tampilan multimedia canggih, nyaris God Bless tampil tanpa cacat. Achmad Albar masih energik dan yang bikin saya kagum kualitas serta staminanya jauh lebih baik daripada konser 16 tahun silam...."AMAZING". Ian Antono tetap dengan ciri khas tampilan kalem tapi terkadang bergerak kanan kiri panggung. Yang lebih mencengangkan adalah Donny Fattah gayanya seolah-olah tidak sedang pulih dari sakit jantung. Asli....melihat mbah-mbah rocker ini beraksi bikin terharu dan di tiap lagu berbeda air mata bisa menetes dengan sendirinya.


            betapa senangnya bisa foto bareng om Don yang sangat ramah dan humble (Adi doc)

Meskipun sudah tahu dari awal, hadirnya semua personil di era Semut Hitam, Raksasa dan Apa Kabar merupakan surprise tak terkira. Yaa...hadirnya JSOP, Teddy Sujaya membuat saya menerawang kejadian 16 tahun yang lalu, ditambah Eet Sjahranie makin menambah greget konser malam itu.

                             ketika mantan-mantan God Bless dipanggil ke venue ( Adi doc )

Singkat kata, malam itu merupakan malam yang tak terlupakan karena bisa menjadi salah satu saksi sejarah keperkasaan legend-legenda musik rock Indonesia yang belum tertandingi saat ini.

Hari ini ternyata God Bless tepat berumur 42 tahun, suatu pencapaian yang belum bisa diraih band rock lain di tanah air ini. Semoga kami dan generasi-generasi mendatang masih bisa menyaksikan God Bless membawakan Musisi, Huma Di Atas Bukit, Semut Hitam, Menjilat Matahari dan lain-lain.



Dan (ternyata) God Bless masih perkasa...... keep rockin.....




Previous
Next Post »
0 Komentar